Karya Tulis (Wahyu Dika Septian)
Termenung tiada arti
Kemana kuharus pergi
Tiada jejak yang pasti
Butirian debu menutupi parasku
Butiran debu menghapuskan warna baju ku
Lelah rasanya tubuhku membawa harapan ini
Lelah rasanya kaki ini untuk melangkah mencari kebahagiaan
Lelah rsanya memikirkan sesuatu hal yang tidak mungkin
Setiap langkahku selalu terhenti akan kejamnya dunia ini
Di sepanjang jalan terliat jelas banyaknya orang-orang tanpa warna-warna yang indah
Tidak terlihat disepanjang jalan kakiku melangkah ada senyuman manis di wajah mereka
Akan tetapi sebaliknya
Yang kulihat dan kutemukan hanyalah keringat-keringat yang membanjiri sepanjang jalan
Banyaknya orang-orang di pinggir jalan
Dengan sebuah mangkuk kecil ditangan
Memimta dan mengharapkan balaskasian
Meratap kehidupan yang tidak beraturan
Kadang kuberfikir apa yang bisa aku lakukan untuk mereka
Siapa yang harus disalahkan
Aku atau mereka
Atau mungkin yang mengurus negara ini
Realita kehidupan didunia pana.
By : Wahyu Dika Septian (WDS)
18 Juli 2013
RINTIHAN HATIKU
Teringat salau dalam anganku
Terbayang slalu dalam jiwaku
Setiap detik setiap waktu
Aku selalu merindukanmu
Hari demi hari telah kulewati
Selalu tertanam dalam jiwa ini
Kini baru kusadari
Cinta dari mata turun kehati
Disetiap dalam kesendirian
Selalu aku rasakan
Dia ada di sampingku
Aku tau risalah hati ini slalu menggumam di hatiku
Dan aku tau aku sedang rindu pada dirimu
Tunggu aku disitu
Sampai jumpa dan sampai ketemu
By : Wahyu Dika Septian (WDS)
REALITA KEHIDUPAN DI DUNIA PANA
Kududuk seorang diri Termenung tiada arti
Kemana kuharus pergi
Tiada jejak yang pasti
Butirian debu menutupi parasku
Butiran debu menghapuskan warna baju ku
Lelah rasanya tubuhku membawa harapan ini
Lelah rasanya kaki ini untuk melangkah mencari kebahagiaan
Lelah rsanya memikirkan sesuatu hal yang tidak mungkin
Setiap langkahku selalu terhenti akan kejamnya dunia ini
Di sepanjang jalan terliat jelas banyaknya orang-orang tanpa warna-warna yang indah
Tidak terlihat disepanjang jalan kakiku melangkah ada senyuman manis di wajah mereka
Akan tetapi sebaliknya
Yang kulihat dan kutemukan hanyalah keringat-keringat yang membanjiri sepanjang jalan
Banyaknya orang-orang di pinggir jalan
Dengan sebuah mangkuk kecil ditangan
Memimta dan mengharapkan balaskasian
Meratap kehidupan yang tidak beraturan
Kadang kuberfikir apa yang bisa aku lakukan untuk mereka
Siapa yang harus disalahkan
Aku atau mereka
Atau mungkin yang mengurus negara ini
Realita kehidupan didunia pana.
By : Wahyu Dika Septian (WDS)
CURHATAN KECIL BERSAMA SIKAYU BUNYI
Petikan-petikan kawat kecil yang bisa menghiburku
Terlantun sebuah lagu
Terbentuk sebuah karya
Sikayu bunyi menginspirasikan kehidupan
Mnjadi teman curhatku
Jeritan, tangisan, gauman dan kematian
Menghampiri kehidupan
Akan tingkah laku dan kebejadan manusia
Hanya lewat sikayu bunyi aku berani curhat
Karena aku menyadari suara ku dan orang banyak tidak mungkin bisa didengar olehnya
Aku heran, apa mereka tuli atau mungkin tak punya telinga
Ridangnya pepohonan yang sangat damai tapi kini
Pepohonan saling menjerit kesakitan bahkan menangis darah
Dan pepohonanpun berkata dan berjanji
Aku tudak akan membantu kalian wahai penguasa tak tau diri
Aku akan mengguncang kalian dan menghancurkan kalian
Bencana dan musibahpun silih berganti
Alampun menagais dan berkata
Dan meminta maaf kepan orang yang terzolimi oleh mereka
Maafkan aku
Aku bukan berniat untuk mencelakakan kalian wahai sodaraku
Tapi akau memberi pelajaran kepada mereka yang sudah menzolimi kalian
Sikayu bunyi teman curhatku
Bisa merasakan betapa menderitanya kita
Terimakasih sikayu bunyi kau mau menemaniku dan mendengarkan curhatku
Kau memang teman inspirasiku
Kau memang teman Baiku
Disaat aku senang dan bahagia
kau selalu ada
Disaat aku sedih dan menangis
Kau selalu menghiburku
Kau selalu menyemangatiku
Kau selalu mendengarkan curhatku
Begitu besar perananmu didalam hidupku
By : Wahyu Dika Septian (WDS)
IBU
Ibu engkau adalah nyawaku
Engkau adalah rumahku
Dan engkau adalah hidup dan matiku
Tangismu adalah tangisku
Perihmu adalah perihku
Engkau selalu kubawa disetiap aku melangkah
Sembilan bulan aku mengurung diri didalam rumah tubuh mu
Tanpa pamrih dan meminta jasa engkau memberiku energi
Dan sampai saat ini, sampai saya bisa melihat
Betapa cantiknya paras mu
Disetiap do'a mu
Selalu menyelimuti kehidupanku
Darahmu berceceran
Keringatmu membajiri duina ini
Hanya semata untuk membahagiakan ku
Ibu, jasamu takan pernah bisa aku balas sampai kapanmun
Hanya dengan do'a ku terhadap mu aku koarkan kepada sang kholiq
Meminta agai ibu selalu diberikan kenikmatan rohani, dan jasmani
Ibu, terlalu banyak kesalahan yang aku lakukan terhadapu
Sering kali kaui menangis karana ku
Hingga airmatamu tak tersisa lagi di bola matau yang begitu indah
Ibu, engkau yang salalu menegurku disaat aku salah
Disaat aku khilaf, disaat aku gelap akak khaus kesalahhan
Sebatang sapu injuk pun habis ditubuku
Kau hantamkan ketubuhku
Kau usir segala kegelapan yang menyelimutiku
Tapi aku tau
Ibu bukan benci dan marah padaku
Tapi ibu ingin meyelamatkanku dari gelapnya duniaku
Ya allah bagaimana hambamu ini bisa membalas semua kasih sayang yang ibu berikan padaku
Bagaimana hamba bisa menjadi orang pilihan ibuku
Bagaimana aku bisa mewarnai hari-hari ibuku
Dengan kebahagiaan dalam hidupnya
Disaat aku lupa padamu ya allah
Ibuku slalu mengingatkanku
Betapa mulyanya ibuku ya allah
Ku amparkan sjadah ini
Dan ku bersujud diatas sejadah ini
Dan kupanjatkan doa'aku untuk ibuku
Hanya untuk meminta keridhaanmu ya allah
Ibu sampai kapanpun aku akan slalu membahagiakanmu
Walaupun nyawa ku taruhannya
By : Wahyu Dika Septian (WDS)
Negeriku indonesia
IBU
Ibu engkau adalah nyawaku
Engkau adalah rumahku
Dan engkau adalah hidup dan matiku
Tangismu adalah tangisku
Perihmu adalah perihku
Engkau selalu kubawa disetiap aku melangkah
Sembilan bulan aku mengurung diri didalam rumah tubuh mu
Tanpa pamrih dan meminta jasa engkau memberiku energi
Dan sampai saat ini, sampai saya bisa melihat
Betapa cantiknya paras mu
Disetiap do'a mu
Selalu menyelimuti kehidupanku
Darahmu berceceran
Keringatmu membajiri duina ini
Hanya semata untuk membahagiakan ku
Ibu, jasamu takan pernah bisa aku balas sampai kapanmun
Hanya dengan do'a ku terhadap mu aku koarkan kepada sang kholiq
Meminta agai ibu selalu diberikan kenikmatan rohani, dan jasmani
Ibu, terlalu banyak kesalahan yang aku lakukan terhadapu
Sering kali kaui menangis karana ku
Hingga airmatamu tak tersisa lagi di bola matau yang begitu indah
Ibu, engkau yang salalu menegurku disaat aku salah
Disaat aku khilaf, disaat aku gelap akak khaus kesalahhan
Sebatang sapu injuk pun habis ditubuku
Kau hantamkan ketubuhku
Kau usir segala kegelapan yang menyelimutiku
Tapi aku tau
Ibu bukan benci dan marah padaku
Tapi ibu ingin meyelamatkanku dari gelapnya duniaku
Ya allah bagaimana hambamu ini bisa membalas semua kasih sayang yang ibu berikan padaku
Bagaimana hamba bisa menjadi orang pilihan ibuku
Bagaimana aku bisa mewarnai hari-hari ibuku
Dengan kebahagiaan dalam hidupnya
Disaat aku lupa padamu ya allah
Ibuku slalu mengingatkanku
Betapa mulyanya ibuku ya allah
Ku amparkan sjadah ini
Dan ku bersujud diatas sejadah ini
Dan kupanjatkan doa'aku untuk ibuku
Hanya untuk meminta keridhaanmu ya allah
Ibu sampai kapanpun aku akan slalu membahagiakanmu
Walaupun nyawa ku taruhannya
By : Wahyu Dika Septian (WDS)
NEGERIKU INDONESIA
Negeriku indonesia
Negri sang pusaka
Negeri kaya harta
Negeri kaya makna
Negeri subur nan indah
Negeriku indonea
Kutancapkan sebatang bambu ditanah negriku indonesia
Kutancapkan harapan di negeriku indonesia
Sebatang bambu menjadi harta yang berarti
Kutanamkan ikan di lautan lepas
Menjadi jutaan materi di dasar lautan
Negeriku indonesia
Takan seorangpun kubiarkan merebut negriku indonesia
Takan seorangpun kubiarkan merka mengambil adat dan kebudayaan di negeriku indonesia
Keunikan yang sangat menarik jiwa-jiwa manusia
Keanegaragaman budaya-budaya di negeriku indonesia
Kuliahat lepasnya pantai yang saling bergembira
Kuhampiri gemuruh-gemuruh ombak yang menyambutku dan
Menyampaikan padaku
Ambilah kekayaan kua yang selama ini kau tanam di dalam dasar lautku
Negeriku idonesia
Ambilah hartaku yang salam ini kau tancapkan di di pungungku
Pabila bangsamu merusak sartaf-saraf dan nadi kehidupanmu
Hancurkan dia musnahkan dia
Negeriku indonesi
Engkaulah kehidupanku
Engkaulah warna dalam negeriku
Takan kubiarkan satu orangpun yang akan menghancurkan negeriku indonesia.
By : Wahyu Dika Septian (WDS)